Mungkin banyak orang awam berpendapatan “untuk apa ilmu
budaya dengan komputer?” dan mungkin ini dikalangan pelajar ilmu komputer pun
terjadi. Jika ditanya buat apa? Sudah pasti memang karena ada hubungannya. Baik
dari segi fisik, maupun mental. Jika kita ulas ini akan menjadi topic yang
seru, sebab kita akan membuat 2 hal yang masig-masing dapat membuat diri kita
menjadi addict, iya addict. So tanpa lama lagi mari kita bahas relasi antara
ilmu budaya dengan Sistem informasi.
Salah satu yang menurut saya penting dan mendasar dari
fungsi adanya ilmu budaya ini adalah, menyadarkan kita sebagai manusia bahwa
kita memiliki kehidupan, kebutuhan dan hubungan dengan orang lain. Point inilah
yang menjadikannya sangat penting, seperti dibilang sebelumnya komputer dapat
membuat seseorang menjadi addict. Karena itu dibutuhkan “pengerem” agar para
pelajar Sistem informasi tidak akan hanya menghabiskan waktunya di depan komputer
yang kebanyakan dari isinya adalah fana, dan memaksanya agar keluar sesaat dari
rutinitasnya untuk saling menyapa, bersosialisasi, dan bertukar pikiran secara
tatap muka.
Dan selain dari aspek yang bersifat pribadi seperti point-point
diatas, ada juga dari sisi karier. Karena cepat akan lambat pelajar Sistem
informasi akan berkarier dengan menyediakan program-program rancangannya untuk
pelanggannya. Dimana dia sendiri sebagai developer harus tau tujuan programnya
untuk apa dan bagaimana prosesnya. Bagai mana caranya? Ada 2 cara yang harus
dilewati. Pertama dengan mengetahui budaya yang ada disekitar pelanggan kita,
dua dengan cara bertanya langsung tentang seluk beluk apa yang diperlukan si
pelanggan. So tentu sudah pasti kedua cara ini harus dilakukan dengan adanya
kontak langsung dan bersosialisasi sehingga kita dapat mengerti.
Jadi pendapat saya pelajaran ini memang sangat dibutuhkan,
karena secara tidak langsung memang inilah “skill pasif” yang dibutuhkan
seorang calon programmer ataupun calon pekerja apapun yang memang nantinya
pasti akan berhubungan dengan orang lain, dan akan adanya relasi diantara kita.
So tidak salah jika memang pelajaran ini dikatakan soft skill
Dan sekian ulasan singkat saya tentang “Hubungan Ilmu Budaya
dengan Sistem Informasi (Ilmu Komputer)” mudah-mudahan akan membuka pikiran
kita tentang sudut pandang “mengapa pelajaran ini dibutuhkan di Ilmu
komputer?”. Dan akhir kata saya ucapkan. Wassalam
Sumber : Alam Surya Wijaya
0 komentar:
Posting Komentar